Program CSR

1. Ancol Kawasan Bebas Styrofoam
Sebagai wujud kepedulian lingkungan, Perseroan memberlakukan SK Direksi No. 1039/DIR-PJA/XII/2008 yang melarang penggunaan kemasan styrofoam (mengandung polistiren berbahaya) di seluruh restoran dan foodstall Ancol Taman Impian. Bekerja sama dengan komunitas Teens Go Green, Perseroan rutin mengadakan aksi Styropatrol untuk mengedukasi pengunjung mengenai dampak buruk styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan.

2. Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)
Perseroan terus menyempurnakan sistem SWRO untuk mengubah air laut menjadi air bersih. Produksi air bersih ini meningkat setiap tahun; hingga akhir 2018, kapasitasnya mencapai ±1.623 m3/hari, yang mampu memenuhi sekitar 41% kebutuhan air di area rekreasi Ancol Taman Impian.

3. Ancol Zero Waste
Program unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat ini bersinergi dengan warga sekitar untuk mengolah sampah menjadi kompos dan melakukan penghijauan. Pada tahun 2018, program ini berhasil mengolah sampah rata-rata 9 m3/hari, sehingga efektif mereduksi beban sampah yang dibuang ke TPA Bantar Gebang.



4. Restorasi Kerang Hijau
Sebagai kawasan wisata pesisir di Teluk Jakarta, Ancol berkomitmen aktif dalam menghadapi tantangan kualitas air laut akibat dampak aktivitas perkotaan dan paparan polutan. Sejak tahun 2018, Perseroan menginisiasi Program Jernih Laut Jakarta, sebuah solusi berbasis alam (nature-based solution) yang berfokus pada restorasi kerang hijau (Perna viridis) untuk memulihkan kualitas air dan menjaga keanekaragaman hayati pesisir. Kerang hijau bertindak sebagai penyaring alami (filter feeder) yang efektif mengurangi beban zat pencemar di perairan. Berdasarkan riset tim konservasi Ancol, 1 kilogram kerang hijau mampu menyaring sekitar 3 liter air laut per jam.Memasuki tahun 2025, program ini mencatatkan capaian penting:
  • 4.200 Kg Kerang Hijau berhasil direstorasi di kawasan perairan Ancol.
  • 517 Partisipan dari berbagai komunitas terlibat langsung dalam aksi pelestarian ini.
Selain pemulihan ekologis, program ini mengedepankan aspek edukasi berkelanjutan. Memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia pada Juni 2025, Ancol berkolaborasi dengan Komunitas Karya Pelajar Mengabdi Bangsa Indonesia (KOMIB) menyelenggarakan Side Event Youth Water Forum. Melalui sinergi ini, Perseroan aktif mewadahi generasi muda untuk membangun kesadaran dan berkontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem laut. 



5. Program Uji Coba Transplantasi Terumbu Karang
Sebagai pengembang kawasan wisata pesisir terpadu di Teluk Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berkomitmen aktif dalam memulihkan kualitas perairan laut secara berkelanjutan. Melalui program penjernihan air terintegrasi, Perseroan mensinergikan restorasi kerang hijau dengan konservasi terumbu karang sebagai pilar utama pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Milestone & Aksi Berkelanjutan :
  • 2018–2019 (Inisiasi & Kolaborasi): Dimulai dengan pemetaan dasar laut, dilanjutkan dengan pelibatan aktif komunitas dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
  • 2023 (Indikasi Positif): Terumbu karang alami (khususnya genus Favia) mulai tumbuh di area restorasi kerang hijau, menandakan pulihnya potensi daya dukung lingkungan.
  • 2025 (Uji Coba & Ekspansi):
    • Bekerja sama dengan LP3K2 Kepulauan Seribu, uji coba transplantasi berhasil mencatat pertumbuhan 20 individu karang baru (Favia, Favites, dan Turbinaria).
    • Melalui momentum Coral Triangle Day, Perseroan memperluas aksi peduli lingkungan ke Pulau Tidung Kecil dan Pulau Pramuka untuk mendukung kelestarian ekosistem laut yang lebih luas.
Melalui pendekatan yang terukur dan bertahap, PJAA terus melangkah maju untuk memastikan masa depan pesisir Jakarta yang lebih hijau, bersih, dan lestari.

6. Teens Go Green
Berkomitmen mendorong perubahan perilaku dan cara berpikir generasi muda sebagai agen perubahan lingkungan, Perseroan bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta membentuk program kepemudaan bernama Teens Go Green.

7. Konservasi Penyu Sisik di Pulau Bidadari
Sebagai wujud komitmen terhadap keanekaragaman hayati pesisir, Ancol bersinergi dengan BKSDA Jakarta melakukan Kajian Kesesuaian Pulau Bidadari sebagai Habitat Peneluran Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata).Melalui studi ilmiah ini, Pulau Bidadari meraih Indeks Kesesuaian Habitat (IKH) sebesar 2,83 (Kategori Sesuai). Berdasarkan parameter biofisik, kawasan ini dinilai ideal berkat karakteristik berikut:
  • Morfologi Pantai Landai: Memiliki lebar rata-rata 18,46 meter dengan kemiringan optimal (5,48°–6,39°) yang memudahkan akses penyu.
  • Kualitas Mikrohabitat: Tekstur sedimen didominasi pasir sedang-kasar (>90%) dengan kadar air rata-rata 7,8%, mendukung inkubasi alami dan stabilitas sarang.
  • Tata Kelola Lingkungan: Manajemen sampah anorganik yang baik serta populasi predator alami yang terkendali.
Untuk mengatasi faktor pembatas seperti abrasi, tutupan vegetasi yang rapat, dan aktivitas wisata, Perseroan secara adaptif menerapkan rekomendasi kajian melalui:
  1. Penerapan sistem pencahayaan ramah satwa (wildlife-friendly lighting).
  2. Pengendalian vegetasi tajuk pantai secara selektif.
  3. Penguatan proteksi sarang in-situ guna meningkatkan daya dukung habitat berkelanjutan.
8. Pengelolaan Limbah dan Sampah
  • Sampah Padat Domestik: Dikelola sesuai Perda DKI Jakarta No. 3/2013 dan PP No. 81/2012. Sampah dipisah menjadi organik (diolah di TPS Ancol Zero Waste) dan anorganik (diangkut ke TPA Bantar Gebang).
  • Limbah Padat B3: Dikelola sesuai PP No. 101/2014 dan Kepka Bapedal No. 01-05/1995, bekerja sama dengan transporter resmi untuk disalurkan ke pengolah/pemanfaat berizin (PT Pengolah Limbah Industri Bekasi, PT Putro Sido Biso Trans, PT Andhika Makmur Persada, dan PT Wastec Internasional).
  • Limbah Cair Domestik: Dikelola dengan berpedoman pada Permen LHK No. 68/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
9. Penggunaan Material dan Energi Ramah Lingkungan
  • a) Efisiensi Kertas: Menerapkan sistem dokumentasi tanpa kertas (paperless) melalui optimalisasi email internal serta penggunaan kertas bolak-balik (used paper) untuk administrasi.
  • b) Efisiensi Energi: Memasang lampu PJU tenaga surya dengan pengatur waktu otomatis di area operasional, serta menggalakkan kebijakan mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai saat jam istirahat atau usai jam kerja di kantor pusat.
  • c) Kebijakan Pengelolaan Air: Mengingat tingginya kebutuhan air bersih untuk fasilitas rekreasi dan tenant, Perseroan membangun stasiun pengolahan air limbah untuk penyiraman tanaman, memasang grease trap di restoran/gedung, serta meremajakan jaringan pipa secara bertahap. Sosialisasi penghematan air juga rutin dilakukan kepada pengunjung dan mitra bisnis.
Dibentuk pada November 2017, departemen ini merespons isu keanekaragaman hayati (biodiversity) sekaligus menjalankan fungsi PT Taman Impian Jaya Ancol sebagai Lembaga Konservasi resmi (SK Menteri Kehutanan No. SK.405/Menhut-II/2004).
  • Konservasi Eks-Situ: Guna mengurangi pengambilan satwa dari alam, unit rekreasi seperti Samudra Ancol, Sea World Ancol (SWA), dan Ecopark Ancol berfokus pada pengembangbiakan satwa dilindungi/terancam punah. Pada tahun 2018, berhasil lahir secara eks-situ: 1 lumba-lumba, 1 kakatua alba, 3 hiu bambu, 6 hiu tokek, 7 berang-berang, 5 rusa timor, 2 rusa totol, dan 1 siamang.
  • Restorasi In-Situ: Departemen Konservasi menginisiasi restorasi pesisir Ancol melalui reintroduksi Kerang Hijau (Perna viridis) sebagai penyaring alami perairan sekaligus penyedia habitat biota kecil. Program multi-years ini pada tahun 2018 telah menyelesaikan pemetaan kedalaman lumpur, ketinggian air di danau Monumen Ancol, serta pemasangan marker buoy di 11 titik pantai untuk memantau laju pertumbuhan kerang.
Sekolah Rakyat Ancol

Di tengah dinamika pembangunan perkotaan, akses terhadap pendidikan berkualitas dan berkesinambungan tetap menjadi pilar krusial dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Menyadari tanggung jawab sosial tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk konsisten memperkuat komitmen CSR-nya melalui dukungan penuh terhadap Sekolah Rakyat Ancol (SRA).

Berawal dari inisiatif mulia Bapak Bambang Sasongko bersama rekan-rekan pada Juni 2004 lewat Tempat Kegiatan Belajar Mandiri Harapan Mulya (TKBM HM), program ini hadir sebagai jawaban atas tingginya angka putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat keterbatasan ekonomi. Melihat urgensi dan dampak positif yang dihasilkan, Ancol mengintegrasikan program ini ke dalam portofolio CSR unggulannya sejak tahun kedua operasional, guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan mutu operasional sekolah.

Efisiensi Operasional & Fasilitas Penunjang yang Inklusif

Untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif dan setara, SRA didukung oleh fasilitas yang memadai serta tenaga pendidik yang berdedikasi. Pengelolaan operasional sekolah dirancang secara optimal guna mendukung minat dan bakat siswa, baik di bidang akademik maupun vokasional.


Dampak Nyata dan Keberlanjutan Sosial untuk MasyarakatSebagai program inklusif yang menargetkan keluarga prasejahtera di wilayah Pademangan dan sekitarnya, seluruh biaya pendidikan dan operasional di SRA diselenggarakan 100% tanpa dipungut biaya (gratis). Tingginya kepercayaan dan antusiasme masyarakat tercermin dari ketatnya proses penerimaan siswa baru; setiap periodenya, rata-rata terdapat 80 calon siswa yang mendaftar.Mengingat daya tampung ruang kelas mitra dibatasi maksimal 36 siswa demi menjaga efektivitas proses belajar-mengajar, SRA menerapkan sistem seleksi yang adil, objektif, dan transparan.

Indikator Kinerja Utama (KPI) & Pencapaian SRA hingga Tahun 2025
  • 646 Lulusan Berdaya: SRA telah berhasil meluluskan lebih dari 646 siswa. Mayoritas alumni berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK sederajat.
  • Akses Perguruan Tinggi: Pada tahun 2025, sejumlah alumni berprestasi sukses menembus jenjang perguruan tinggi melalui jalur beasiswa.
  • Siswa Baru 2025: Sebanyak 109 siswa baru telah diterima untuk melanjutkan tongkat estafet pendidikan di SRA.
  • Sertifikasi & Pengakuan Nasional: Komitmen dan konsistensi Ancol dalam mengelola SRA mendapat apresiasi tertinggi di tingkat nasional dengan diraihnya Padmamitra Award 2024 untuk Kategori Pendidikan.
Melalui keberlanjutan program Sekolah Rakyat Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat karitatif (charity), melainkan melakukan investasi sosial jangka panjang.


Mobil Pintar Ancol
Untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat sekitar, Perseroan juga menyediakan Mobil Pintar yang berfungsi sebagai perpustakaan keliling, dengan pengelolaan operasional yang melibatkan siswa dan alumni SRA. Mobil Pintar Ancol hadir sebagai sarana pembelajaran bergerak (mobile learning) berbasis kendaraan roda empat yang dirancang secara interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan atraktif. Tidak hanya menyediakan beragam buku bacaan berkualitas, armada ini juga dilengkapi dengan fasilitas audio-visual serta perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Melalui integrasi fasilitas tersebut, aktivitas membaca dan eksplorasi ilmu pengetahuan umum dapat terfasilitasi secara optimal sekaligus menghibur. Program Mobil Pintar Ancol diinisiasi dengan komitmen kuat untuk meningkatkan minat baca generasi muda, khususnya anak-anak di wilayah padat penduduk yang minim akses ruang belajar formal. Selain memfasilitasi kegiatan edukasi di luar jam sekolah, program ini juga berfungsi sebagai media diseminasi informasi terkait ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, hingga aspek sosial dengan pendekatan yang edukatif.

Di tengah derasnya arus globalisasi digital yang menantang bertumbuhnya budaya literasi, Ancol berkomitmen penuh untuk menggalakkan kembali semangat membaca. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung agenda pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
MEMBANGUN GENERASI SEHAT MELALUI PENCEGAHAN STUNTING

Kedai Gizi Klenting Puspa

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) secara konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan. Fokus utama intervensi ini diarahkan ke wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, guna mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menekan angka stunting menuju target 14%.Sejak tahun 2022, Ancol bersinergi dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Puskesmas Pademangan melalui Program Klenting Puspa (Kolaborasi Intervensi Penanganan Stunting Puskesmas Pademangan). Dalam program ini, Ancol berperan aktif dalam pemenuhan gizi esensial balita dengan menyalurkan bantuan berupa susu, telur, serta paket makanan bergizi seimbang yang disusun berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.

Inovasi Kedai Gizi Balita (2025)

Memasuki tahun 2025, kolaborasi diperkuat melalui inisiatif Kedai Gizi Balita. Program ini berfokus pada penyediaan paket makan siang sehat dan bergizi untuk memastikan para balita peserta program mendapatkan asupan nutrisi yang optimal dan tepat sasaran setiap harinya.

Capaian Program Klenting Puspa (2022 - 2025)

Melalui pendekatan yang terukur, Program Klenting Puspa telah berhasil membantu perbaikan gizi ratusan balita di wilayah Pademangan. Berikut adalah tren keberhasilan program dari tahun ke tahun:

Ringkasan Dampak Intervensi Gizi Ancol:
  • 638 balita di wilayah Pademangan telah menerima manfaat intervensi gizi kumulatif sejak tahun 2022 hingga 2025.
  • Khusus pada tahun 2025, program ini menyasar 190 balita, di mana 40 balita di antaranya kini telah berhasil keluar dari kategori stunting.
Melalui kontribusi yang berkelanjutan ini, Ancol berkomitmen untuk terus mendampingi pertumbuhan anak-anak Indonesia sejak usia dini. Langkah nyata ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan generasi masa depan yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

*Target SDGs disunting untuk keperluan penyajian


PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR
Ancol berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dengan menyediakan akses usaha yang terkelola secara profesional di kawasan rekreasi. Melalui inisiatif ini, masyarakat setempat berkesempatan menggerakkan roda ekonomi sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan pengunjung.

Dampak Sosial yang Telah Tercipta:

  • 253 Pelaku Usaha Mikro – Menyediakan berbagai produk dan kebutuhan orisinal bagi pengunjung.
  • 149 Nelayan Lokal – Menggerakkan sektor wisata bahari di sepanjang Pantai Ancol.
  • 10 Ibu Rumah Tangga – Terlibat aktif dalam penyediaan layanan konsumsi di kantin karyawan.

Komitmen Konservasi Alam

Sepanjang tahun 2025, Perseroan aktif menjalankan program konservasi flora dan fauna demi menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Bersih Pantai Tahun Baru
Aksi Bersih Pantai merupakan acara yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 1 Januari. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi kepada pengunjung Ancol Taman Impian mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Bersinergi dengan Teens Go Green, Perseroan melalui Aksi Bersih Pantai ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela membersihkan area Ancol Taman Impian, terutama lokasi pesisir pantai, dari sampah yang berserakan usai perhelatan untuk menyambut Malam Pergantian Tahun Baru. Aksi Bersih Pantai ini dikemas dalam sebuah acara lomba timbang sampah berdurasi 2 (dua) jam dengan hadiah-hadiah yang menarik bagi pengunjung yang mampu mengumpulkan sampah sebanyak lebih dari 5 kg.
 
  • Hari Anak Nasional Provinsi DKI Jakarta
Perseroan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tinggal di wilayah DKI Jakarta untuk berekreasi di Ancol Taman Impian pada peringatan Hari Anak Nasional. Setiap tahunnya, anak-anak diundang khusus oleh Ancol untuk bersama-sama merayakan dengan cara berekreasi di wahana-wahana Ancol sekaligus mengenalkan rekreasi Ancol sebagai destinasi wisata yang ramah anak serta sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga. 
    KEGIATAN FILANTROPI DAN SEDEKAH

    Selain konsisten menyelaraskan program CSR dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan berkelanjutan, Ancol juga aktif menjalankan berbagai inisiatif filantropi sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan. Berikut adalah realisasi kegiatan filantropi Ancol yang terlaksana sepanjang tahun 2025 :
    • Bantuan Korban Banjir Cililitan, 100 paket sembako untuk warga terdampak.
    • Santunan Anak Yatim & Dhuafa, 1.000 penerima manfaat (kolaborasi Baznas DKI, YBJA, Pemuda Berjamaah, Yayasan Skema).
    • Penyaluran Zakat, Penyaluran sebesar Rp120 juta melalui Baznas DKI Jakarta.
    • Bantuan Korban Kebakaran di Penjaringan, Serah terima bantuan korban kebakaran di Penjaringan bersama komunitas dan anggota DPRD DKI Jakarta.
    • Bantuan Bencana Sumatera, Penyerahan bantuan bencana Sumatera berupa 500 buah selimut dan 500 buah kain sarung.
    • Penanaman Mangrove, Penanaman Mangrove bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kamal Muara.
    • Pendataan Pohon, Kolaborasi bersama komunitas Teens Go Green Indonesia (TGGI) untuk pendataan jenis, tinggi, dan lingkar pohon di area pantai bagian timur pada Mei hingga Agustus 2025. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar penghitungan serapan emisi karbon Perseroan.