Capaian dan Prospek Usaha

Tahun 2020 diliputi peristiwa luar biasa wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berdampak pada semua aspek kehidupan. Setelah fase PSBB ditetapkan pada 14 Maret 2020, bisnis rekreasi, resort dan retail Perseroan dilakukan penutupan selama lebih dari tiga bulan. Pada 20 Juni 2020 Ancol kembali dibuka dengan sejumlah penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kunjungan. Namun pandemi belum mereda, sehingga kembali dilakukan penutupan pada 14 September hingga 11 Oktober 2020. Dengan kondisi penutupan operasional dengan kurun waktu 4 (empat) bulan, tentunya memberikan dampak terhadap kinerja Perusahaan.


Menyikapi kondisi tersebut Perseroan melakukan berbagai upaya untuk bertahan dari pandemik, seperti permohonan relaksasi pajak, tidak adanya pembayaran dividen 2020 dan bonus tahunan ditangguhkan serta skema pembayaran kepada mitra dan vendor dijadwalkan ulang. Perusahaan melakukan berbagai terobosan dan inisiatif pemasaran demi terus memperkuat brand image kawasan Ancol. Di tahun 2020, Perusahaan melakukan optimalisasi pemasaran dengan memanfaatkan sarana digital dan meningkatkan penjualan online. Model penjualan ini tidak hanya melalui online agent, tetapi juga dengan memanfaatkan media-media e-commerce, akselerasi pemanfaatan media sosial dan media digital lainnya, serta situs web Perusahaan. Hal tersebut juga menjadi kewajiban di masa pandemi sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.


Dengan segala tantangan begitu besar yang dihadapi Perusahaan Pendapatan Perusahaan mengalami penurunan, dari Rp1,36 triliun di tahun 2019 menjadi Rp414,18 miliar di tahun 2020. Penurunan ini terutama disebabkan berkurangnya pengunjung kawasan Ancol, terutama dengan kebijakan Perusahaan melakukan penutupan kawasan Ancol sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan penurunan signifikan pendapatan, di tahun 2020 Perusahaan harus mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp392,84 miliar.
 


Korporat

Ancol Whistle Blowing

Lapor