Capaian dan Prospek Usaha

Pemulihan ekonomi Indonesia sebenarnya mulai terlihat pada triwulan II tahun 2021 sejalan dengan keberhasilan berbagai program Pemerintah Indonesia, baik akselerasi vaksinasi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), maupun kebijakan insentif lainnya. Namun kinerja operasional Perusahaan belum menunjukkan adanya perbaikan. Keberlanjutan kebijakan PPKM khususnya pada triwulan II hingga pertengahan tahun 2021 berdampak besar bagi Perusahaan. Penurunan pengunjung dan pendapatan membuat Perusahaan harus memperketat alokasi belanja modal berdasarkan skala prioritas

Realisasi jumlah pengunjung Pintu Gerbang Utama Ancol di akhir tahun 2021 sebanyak 3,5 juta pengunjung turun dari tahun 2020 yang sebanyak 4,5 juta pengunjung. Berkurangnya jumlah pengunjung kawasan Ancol merupakan konsekuensi logis dari kebijakan manajemen saat melakukan penutupan kawasan rekreasi serta pembatasan sepanjang tahun sebagai antisipasi atas penyebaran Covid-19.

Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan turun sekitar 6% dari tahun 2020. Namun hal ini telah diantisipasi Perusahaan sehingga kerugian dapat ditekan sebesar 30% dari tahun 2020.

Tahun 2022 diproyeksikan akan menjadi tahun recovery lanjutan, dengan berbagai proyeksi yang cukup menjanjikan. Kebijakan insentif yang terus dilakukan Pemerintah Indonesia tentu memberikan optimisme tersendiri terhadap laju perekonomian di berbagai sektor.

Meskipun demikian, Perusahaan harus mewaspadai adanya pandemi COVID-19 yang masih akan berlanjut. Munculnya varian virus baru seperti Omicron di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 harus menjadi fokus bagi seluruh pihak. Namun, dengan kedewasaan penerapan protokol kesehatan yang telah ditunjukkan di sepanjang tahun 2021 akan menjadi kekuatan penting untuk tetap dapat menumbuhkan optimisme yang lebih baik di tahun 2022.

Perusahaan berupaya melakukan peningkatan performa di produk, layanan, dan physical evidence. Perusahaan akan berkolaborasi baik dengan BUMD ataupun dengan swasta dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan digital untuk mendorong ekonomi kreatif serta pemanfaatan lahan di kawasan Ancol serta pengembangan produk-produk baru. Perusahaan juga akan terus meningkatkan brand equity melalui rebranding sehingga mampu menarik mitra untuk berkolaborasi.


Korporat

Ancol Whistle Blowing

Lapor