Peringkat Perusahaan dan Obligasi


PEFINDO menurunkan peringkat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Obligasi Berkelanjutan I/2016, Obligasi Berkelanjutan II/2018, dan Obligasi Berkelanjutan II/2019 menjadi “idA” dari “idA+”. Penurunan peringkat mencerminkan pandangan PEFINDO bahwa pendapatan PJAA akan turun dalam waktu dekat karena keputusan Perusahaan untuk melakukan penutupan sementara atas pusat rekreasinya dari 14 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan sebagai dampak dari adanya wabah Coronavirus Disease (COVID19). Meskipun manajemen Perusahaan berencana melakukan efisiensi biaya, kami melihat bahwa penurunan pendapatan yang signifikan dapat berdampak negatif terhadap kualitas kredit Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Kami juga merevisi prospek atas peringkat Perusahaan menjadi “negatif” dari “stabil”, khususnya untuk mengantisipasi efek berkepanjangan dari pandemi ini, yang dapat semakin memperlemah kinerja bisnis dan keuangan Perusahaan. Pada waktu yang sama, kami juga menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II/2019 Tahap I senilai Rp269,0 miliar menjadi “idA” dari “idA+”, yang akan jatuh tempo pada 12 Juli 2020. Perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dengan fasilitas kredit dari bank yang belum digunakan. 
 
Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.  
 
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat di segmen rekreasi, proporsi pendapatan berulang yang tinggi, dan ukuran-ukuran proteksi arus kas yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh paparan terhadap kejadian yang dapat mengganggu industri pariwisata, kebutuhan investasi yang berkelanjutan untuk pengembangan produk, dan landbank yang terbatas untuk ekspansi bisnis kedepannya. 
 
Peringkat dapat diturunkan apabila kondisi tidak menguntungkan di industri masih ada dalam waktu dekat dan kami memandang tidak ada strategi mitigasi yang signifikan dari Perusahaan untuk mengantisipasi efek berkepanjangan dari COVID-19. Peringkat juga dapat diturunkan lebih lanjut apabila Perusahaan mencatatkan utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan. Prospek peringkat dapat direvisi menjadi stabil apabila Perusahaan mulai beroperasi dan menghasilkan pendapatan secara normal. 
 
PJAA adalah pemimpin dalam industri rekreasi lokal. Dunia Fantasi (Dufan), Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventures, Sea World Ancol, dan Allianz Ecopark adalah fasilitas kelas dunia milik PJAA dalam mendukung pendapatan di sektor rekreasi. Perusahaan juga bergerak di bidang real estat, menjual tanah, rumah, dan apartemen di daerah Ancol. Pada tanggal 30 September 2019, pemegang saham Perusahaan terdiri dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (memiliki 72% saham Perusahaan), PT Pembangunan Jaya (18%), dan publik (10%). 


Korporat

Laporan Tahunan

[...]